Selasa, 25 Januari 2011

majas

STANDAR KOMPETENSI : Memahami beberapa macam majas
KOMPETENSI DASAR : mengetahui macam-macam majas
INDIKATOR : mengelompokkan majas
Memahami pengertian dari majas-majas tersebut
Memberikan contoh pada setiap majas




Majas/gaya bahasa adalah cara pengarang atau seseorang yang mempergunakan bahasa sebagai alat mengekspresikan perasaan dan buah pikiran yang terpendam di dalam jiwanya.



Pada dasarnya majas dapat dibagi menjadi empat, yaitu:
1. Majas perbandingan
2. Majas sindiran
3. Majas penegasan
4. Majas pertentangan

1. MAJAS PERBANDINGAN
Majas perbandingan adalah gaya bahasa yang dipakai untuk membandingkan sesuatu dengan yang lainnya.

a. Personafikasi
Personafikasi adalah majas yang melukiskan suatu benda dengan memberikan sifat-sifat manusia kepada benda-benda mati sehingga seolaholah seperti manusia atau benda hidup.
Contoh:
- Baru 3 km berjalan mobilnya sudah batuk-batuk
- Angin berbisik menyampaikan salamku padanya
- Pena menari-nari di atas meja
- Buku itu berjalan kemana kamu pergi

b. Metafora
Metafora adalah majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan perbandingan langsung dan tepat atas dasr sifat yang sama atau hampir sama.
Contoh :
- Raja siang telah pergi keperaduannya
- Dewi malam telah keluar dari balik awan
- Raja hutan berjalan dengan gagah perkasa
- Si penguasa laut berkeliaran kesana kemari

c. Eufemisme (Ungkapan Pelembut)
Eufemisme adalah majas perbandingan yang melukiskan suatu benda dengan kata kata yang lebih lembut untuk menggantikan kata-kata lain untuk sopan santun atau tabu bahasa (pantang)
Contoh :
- Pramuwisma bukan pekerjaan hina
- Orang itu berubah akal
- Pramusaji melayani pelanggan dengan ramah
- Para tunakarya perlu perhatian yang serius dari pemerintah

d. Sinekdokhe
Sinekdokhe dapat dibedakan atas :
• Pars prototo : majas sinekdokhe yang menuliskan sebagian tetapi yang dimaksud adalah seluruhnya
contoh :
- Sudah lima hari dia tak kelihatan batang hidungya
- Dia mempunyai lima ekor kuda
- Puncak ubun-ubunnya kelihatan juga dari atas

• Totem proparte : majas sinekdokhe yang melukiskan keseluruhan tetapi yang dimaksud sebagian.
Contoh :
- Indonesia mengalahkan Birma dengan 3-2 dalam SEA GAMES
- Kaum wanita memperingati hari Kartini.
- Penghuni sekolah itu sedang melakukan upacara bendera
- SMA 2 menjadi panitia lomba basket

e. Alegori
Alegori adalah majas perbandingan yang memperlihatkan suatu perbandingan utuh, perbandingan itu membentuk suatu kesatuan yang menyeluruh.
Contoh :
- Hidup itu diperbandingkan dengan perahu yang tengah berlayar di lautan
Suami : nahkoda
Istri : juru mudi
Cobaan/halangan di hidup : topan, gelombang, batu karang
Cita-cita hdup : tanah seberang

f. Hiperbola
Hiperbola adalah majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan mengganti peristiwa/tindakan sesungguhnya dengan kata-kata yang lebih lebat pengertiannya untuk menyagatkan arti
Contoh :
- Harga bensin membumbung tinggi
- Kakak membanting tulang demi menghidupi keluarganya
- Anak Indonesia merangkak di jalan-jalan
- Menggelepar dalam gubuk-gubuk tanpa jendela

g. Simbolik
Simbolik adalah majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan memperbandingkan benda-benda lain sebagai symbol atau perlambang
contoh :
- Dari dulu tetap saja dia menjadi lintah darat
- Buaya datar itu beraksi
- Persahabatannya seperti bunga adelwis

h. Litotes (hiperbola negatif)
Litotes adalah majas perbandingan yang melukiskan keadaan dengan kata-kata yang berlawanan artinya dengan kenyataan yang sebenarnya guna merendahkan diri.
Contoh :
- Perjuangan kami hanyalah setitik air dalam samudera
- Maaf, kami hanya dapat menghidangkan the dingin dan kue kampung saja
- Singgahlah ke gubuk reot kami ini
- Makanlah makanan ini walau hanya seadanya

i. Alusio
Alusio adalah majas perbandingan dengan mempergunakan ungkapan peribahasa, atau kata-kata yang artinya diketahui umum.
Contoh :
- Ah, dia itu tong kosong nyaring bunyinya
- Anak itu benar-benar berperut karet
- Rupanya Ahmad makan tangan hari ini hingga membuat iri teman-temannya
- Anak itu bagaikan musuh dalam selimut

j. Asosiasi
Asosiasi adalah majas perbandingan yang memperbandingkan sesuatu dengan keadaan lain karena adanya persamaan sifat.
Contoh :
- Wajahnya muram bagai bulan kesiangan
- Semangatnya keras bagai baja
- Kita ini hidup di zaman yang keras

k. Prifase
Prifase adalah perbandingan yang melukiskan sesuatu engan menguraikan sepatah kata menjadi serangkaian kata yang mengandung arti yang sama dengan kata yang diganti itu.
Contoh :
- Petang barulah ia pulang
Menjadi ketika matahari hilang dibalik gunggung barulah dia pulang
- Jangan terlalu matrealistis
Menjadi jangan terlalu mempertaruhkan harta benda

l. Metonomia
Metonomia adalah majas perbandingan yang menggunakan merek dagang/nama barang untuk melukiskan sesuatu yang dipergunakan atau dikerjakan sehingga kata itu berasosiasi dengan benda keseluruhan.
Contoh :
- Kemaren ia memakai flat.
- Kami berkodak di tepi pantai
- Mia pergi menggunakan Honda

m. Antonomia
Antonomia adalah majas perbandingan dengan menyebutkan nama lain tersebut seseorang berdasarkan cirri/sifat menonjol yang dimilikinya.
Contoh :
- Si gendut itu telah tiada
- Si pincang itu termenung di tepi pantai
- Si baju hijau itu sangat antusias
- Si cerewet itu berbicara tanpa henti

n. Tropen
Tropen adalah majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan membandingkan suatu pekerjaan/perbuatan dengan kata-kata lain yang mengandung pengertian yang sejalan dan sejajar.
Contoh :
- Seharian dia berkubur dalam kamarnya.
- Setiap malam ia menjual suaranya untuk nafkah anak dan istrinya

o. Parabel
Parabel adalah majas perbandingan denga menggunakan perempamaan dalam hidup.

p. Simile
simile adalah gaya bahasa yang secara langsung menyatakan sesuatu sama dengan yang lain.
Contoh :
- Bibirnya bak delima merekah

2. MAJAS SINDIRAN
Majas sindiran adalah gaya bahasa yang bertujuan untuk member sindiran.
a. Ironi
Ironi adalah majas sindiran yang melukiskan sesuatu yang menyatakan sebaliknya dari apa yang sebenarnya dengan maksud untuk menyindir orang.
Contoh :
- Biarlah yang berbicara terus waktu diberi pelajaran akan jadi professor
- Harum benar sore ini
- Sungguh enak masakanmu, membuatku muntah

b. Sinisme
Sinisme adalah gaya sindiran dengan menggunakan kata-kata sebaliknya seperti ironi tetapi kasar.
Contoh :
Itukah yang dinamakan bekerja
Munta aku melihat perangaimu yang tak pernah mau berubah

c. Sarkasme
Sarkasme adalah majas sindiran yang terkasar serta langsung merusak perasaan.
Contoh :
- Otakmu memang otaku dang
- Cih, mukamu yang seperti burung itu,memuakkan!

d. Antifrasis
Antifrasis adalah gaya bahasa ironi yang penggunaan kata atau ungkapan yang maknanya berlawanan.
Contoh :
- Aduh, kamu sekarang kok rapi sekali sih? (dalam kenyataannya orang tersebut berpenampilan berantakan)

e. Innuendo
Innuendo adalah gaya bahasa sindiran yang mempergunakan pernyataan yang mengecilkan kenyataan sebenarnya.
Contoh :
- Ia menjadi kaya raya lantaran mau sedikit korupsi

3. MAJAS PENEGASAN
a. Pleonasme
Pleonasme adalah majas penegasan yang menggunakan sepatah kata yang sebenarnya tidak perlu dikatakan lagi karena arti kata tersebut sudah terkandung dalam kata yang diterangkan.
Contoh :
- Saya melihat dengan mata kepala sendiri peristiwa itu
- Salju putih sudah mulai turun ke bawah

b. Repetisi
Repetisi adalah majas penegasan yang melukiskan sesuatu dengan mengulang kata/ beberapa kata berkali-kali, yang biasa dipergunakan dalam pidato.
Contoh :
- Kita junjung dia sebagai pemimpin, kita junjung dia sebagai pelindung, kita junjung dia sebagai pembebas kita
- Cinta adalah keindahan, cinta adalah kebahagiaan, cinta adalah pengorbanan

c. Pararelisme
Pararelisme adalah majas penegasan seperti repetisi tetapi dipakai dalam puisi. Pararelisme dibagi atas :
• Anaphora : bila kata/frase yang diulang terletak di awal kalimat.
Contoh :
Kaulah diam malam yang kelam
Kaulah tenang sawah yang lapang
Kaulah lelap orang di lawang
• Epifora : bila kata/frase yang diulang terletak di akhir kalimat/lirik.
Contoh :
Kalau kau mati, aku akan datang
Jika ku kau kehendaki, aku akan datang
Bila kau minta, aku akan datang

d. Tautologi
Tautologi adalah majas penegasan yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan kata-kata yang sama artinya (bersinonim) untuk mempertegas arti.
Contoh :
- Saya khawatir serta was-was akan keselamatannya

e. Simetri
Simetri adalah majas penegasan yang melukiskan suatu dengan mempergunakan satu kata, kelompok kata atau kalimat yang diikuti oleh kata, kelompok kata/kalimat yang seimbang artinya dengan yang pertama.
Contoh :
- Ayah diam serta tak suka berkata-kata
- Kakak berjalan tergesa-gesa seperti orang yang dikejar anjing gila.

f. Enumerasio
Enumerasio adalah majas penegasan yang melukiskan beberapa peristiwa membentuk satu kesatuan yang dituliskan satu per satu supaya tiap-tiap peristiwa dalam keseluruhannya tampak jelas.
Contoh :
- Angin berhembus, laut tenang, bulan memancar lagi.

g. Klimaks
Klimaks adalah majas penegasan dengan menyatakan beberapa hal berturut turut dengan menggunakan urutan kata-kata yang makin lama makin memuncak pengertiannya.
Contoh :
- Menyemai benih, tumbuh, hingga menuainya, aku sendiri yang mengerjakannya
- Anak-anak, remaja, dewasa datang menyaksikan film “saur sepuh”

h. Antiklimaks
Antiklimaks adalah majas penegasan dengan beberapa hal berturut-turut dengan menggunakan urutan kata-kata yang makin lama makin melemah pengertiannya.
Contoh :
- Jangankan seribu, atau seratus, serupiahpun tak ada

i. Retoris
Retoris adalah gaya bahasa penegasan dengan mengajukan.
Contoh :
- Apakah kau rela ibumu mati ?
- Mungkinkah kita terus menerus begini ?

j. Koreksio
Koreksio adalah majas penegasan berupa membetulkan (mengoreksi) kembali kata-kata yang salah atau sengaja diucapkan salah.
Contoh :
- Semua kerugian harus ditanggung anggota, maksudku kita semua
- Dia memarahiku,maksudku Dia menasehatiku

k. Asindenton
Asindenton adalah majas penegasan dengan menjelaskan satu peristiwa agar keseluruhan maksud kalimat lebih jelas dan lugas.
Contoh :
- Kobaran api menggelora
- Angin berhembus
- Music mengalun

l. Polisendenton
Polisendenton adalah majas penegasan yang menyatakan beberapa perbuatan atau benda secara berturut-turut dan satu sama lain masih ada hubungan.
Contoh :
- Menjelang berangkat, maka semua pakaiannya dibereskan dan dimasukkan ke dalam kopor

m. Interupsi
Interupsi adalah majas penegasan dengan mempergunakan kata atau bagian kata yang diselipkan di antara kalimat pokok, dengan maksud lebih menekankan bagian kalimat sebelumnya.
Contoh :
- Dia, wanita tua yang malang, mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri

n. Praterito
Praterito adalah gaya bahasa penegasan dengan menyembunyikan sesuatu maksud karena dianggap orang lain (pembaca) memahaminya.
Contoh :
- Pemilihan Kepala Desa seperti di kampung kita banyak terjadi kecurangan yang tak perlu saya singgung lagi

o. Inverse
Inversi adalah gaya bahasa yang diwujudkan dalam kalimat prediketnya terletak di depan subjek
Contoh :
- Besar sekali rumahnya
- Tertawa ia setelah dibelikan baju baru

p. Ellipsis
Ellipsis adalah gaya bahasa yang diwujudkan dalam kalimat tak lengkap, yaitu kalimat yang predikat atau subjeknya dilesapkan karena dianggap sudah diketahui atau dimengerti oleh lawan bicaranya
Contoh :
“Ali!” ; Maksudnya suaya Ali berhenti meribut
“Saya khawatir, jangan-jangan dia ….” : kata-katanya tidak diteruskan

q. Ekslamasio
Ekslamasio adalah gaya bahasa yang didalamnya memakai kata seru.
Contoh :
- Aduh, mana tahan !
- Awas, ada anjing galak !

4. MAJAS PERTENTANGAN
a. Paradox
Paradoks adalah majas yang hanya menampakkan arti dengan obyek sebenarnya.
Contoh :
- Hatinya duka walaupun di ulang tahunnya sangat meriah
- Bagaikan ayam mati di dalam lumbung

b. Antitesis
Antitesis adalah majas yang mempergunakan kata-kata yang berlawanan artinya dengan maksud sebagai penekanan pertentangan.
Contoh :
- Kaya atau miskin itu takdir Tuhan
- Besar atau kecil sama saja ongkosnya

c. Okupasi
Okupasi adalah gaya bahasa yang mengandung bantahan tetapi akhirnya diberi penjelasan.
Contoh :
- Pil koplo sangat merusak moral bangsa. Tidak hanya pemuda, tetapi generasi tua pun ikut terseret menggunakannya. Pengguna pil koplo menyadari akan bahaya itu tetapi ia tak dapat semudah itu meninggalkannya.

d. Kontradiksio Interminis
Kontradiksio interminis adalah majas yang menggunakan kata pertentangan penjelasan semula.
Contoh :
- Semua anak-anakmu penurut, hanya Si Agus yang nakal.
KUMPULAN SOAL

I. Pilihlah jawaban yang benar!

1. Kalimat berikut yang mengandung gaya bahasa metafora adalah ….
a. Buku-buku jenis inilah yang diharapkan dapat menghibur anak-anak
b. Dewi malam sebentar-sebentar tampak bersembunyi di balik awan yang berjalan perlahan
c. Saya yakin benar sebab saya telah melihat dengan mata kepala sendiri
d. Beruntung benar anak itu di mana pun ia selalu selamat.
e. Pekik “merdeka” mengguntur membelah angkasa raya

2. Dalam kehidupan sehari-hari, frase harga naik diganti dengan harga disesuaikan. Penggantian ini menggunakan majas ….
a. Hiperbola
b. Pleonasme
c. Tautology
d. Eufemisme
e. Litotes

3. Tinggallah Tuan tinggallah nyawa
Sepanjang hari segenap masa
Pikiran Kanda hanyalah kemala
Dilindungi Tuhan Yang Maha Kuasa
Baik-baik adikku tinggal
Aduhai kekasih emas tempawan
Kasih Kanda demi Allah kekal
Kepada Tuan emas rayuan

Gaya bahasa pada puisi di atas serupa dengan gaya bahasa dalam kalimat ….
a. Musuh sering merupakan kawan yang akrab
b. Perahu itu menggergaji ombak
c. Matahari baru saja kembali ke peraduannya
d. Ia sedih sekali mengalami peristiwa itu
e. Kesedihanku hanya kepada Allah semata kuserahkan

4. Gaya bahasa paradox terdapat dalam larik puisi ….
a. Baru sekarang setelah mati// aku sadar ingin bicara memberikan kesaksian.
b. Habis kikis// segala cintaku hilang terbang
c. Ombak berdesir// di tepi pantai // suka lagu // dicium syamsu
d. Tuhanku// dalam termangu// aku masih menyebut nama-Mu
e. Sepanjang mata biji saga// tajam tangannya berlancip gobang

5. Menguak purnama
cahya menyayat mulut dan mata
menjengking kereta
menjengking jiwa
sayatan terus ke dada.
(Chairil Anwar)
Gaya bahasa dalam penggalan puisi di atas adalah ….
a. Hiperbola dan personifikasi
b. Hiperbola dan litotes
c. Personifikasi dan metafora
d. Hiperbola dan ironi
e. Personifikasi dan eufemisme

6. Kalimat yang mengandung eufemisme adalah ….
a. Siang berebut dengan malam
b. Karena kesalahan prosedur uang bantuan pemerintah itu tidak dapat sepenuhnya diterima oleh rakyat
c. Otong paling suka mengadu domba teman sekampungnya
d. Ada sepuluh atap yang terbakar
e. Indonesia meraih tiga medali emas

7. Majas sinekdoke pars prototo terdapat pada ….
a. Berilah daku sesuap nasi!
b. Hanya kue kampung yang bisa saya sajikan
c. Indonesia meraih tiga medali emas
d. Siang berebut dengan malam
e. Karena kesalahan prosedur uang bantuan pemerintah itu tidak dapat sepenuhnya diterima oleh rakyat

8. Lokasi itu disebut “akuarium raksasa” dan penyebutan itu bergaya bahasa ….
a. Alegori
b. Metonimia
c. Metafora
d. Litotes
e. Hiperbola

9. Gerimis mempercepat kelam
Ada juga kelepak elang menyinggung muram
Desir hari lari berenang
Menemu bujuk pangkal akanan
Tidak bergerak
Dan kini, tanah dan air tidur hilang ombak ….
Gaya bahasa yang sangat menonjol digunakan dalam cuplikan puisi di atas ialah ….
a. Pleonasme
b. Perbandingan
c. Personifikasi
d. Metonimia
e. Klimaks

10. Proses pembangunan tidak saja menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan, tetapi juga menimbulkan banyak masalah baru .
Kalimat di atas menggunakan gaya bahasa ….
a. Personifikasi
b. Metafora
c. Hiperbola
d. Metonimia
e. Ironi

11. Klise adalah ungkapan yang sangat sering diulang penggunaannya. Berikut ini ada sebuah ungkapan yang BUKAN klise, yaitu ….
a. Siang berebut dengan malam
b. Bulan bersembunyi di balik awan
c. Matahari tenggelam di ufuk barat
d. Nyiur melambai di tepi pantai
e. Dinginnya tak tercatat di thermometer

12. Ia mencari kebijaksanaan, ia mencari kebenaran, ia mencari pengertian.
Kalimat di atas bergaya bahasa ….
a. Personifikasi
b. Klimaks
c. Anti klimaks
d. Repetisi
e. Okupasi

13. Para pemain telah terbang ke Taiwan dengan Garuda tadi malam.
Pada kalimat di atas terdapat majas ….
a. Tropen dan metonimia
b. Tropen dan hiperbola
c. Metonimia dan hiperbola
d. Okupasi dan repetisi
e. Repetisi dan klimaks

14. Bacalah puisi berikut dengan seksama
Sajak Kita

Di pagi kita cerah
Akankah hari ini kita indah
Dik, jika senja kita merah
Mungkinkah malam benderang dengan sinar mentari
….
Dik, rimba kita gersang
Sanggupkah kita menadah hujan-Nya
Kelak kita dia curahkan diam-diam.
Sutoyo
Kalimat yang bermajas untuk melengkapi bagian rumpang puisi tersebut adalah ….
a. Malam begitu indah
b. Cinta kita selalu ada
c. Pasti bahagia dan derita tetap ada
d. Jangan lupa hidup ini sementara
e. Adakah rumah yang ramah untuk kita

15. Bacalah paragraph berikut !
Jauh di pinggiran kota, matahari tepat berada di atas ubun-ubun. Hamparan gabah dijemur di jalan aspal satu-satunya di kampung itu. Pak Beno sendirian menunggu gabah miliknya, duduk terkantuk-kantuk di bawah pohon kapuk. Angin tengah hari sesekali membawa lari wangi bunga-bunga genpol.

Kalimat yang bermajas sama dengan kalimat bercetak miring pada paragraph tersebut adalah ….
a. Ombak berkejar-kejaran di tepi pantai
b. Perpustakaan adalah gudang ilmu
c. Pamanku pergi ke Jakarta naik Garuda
d. Pak Karto adalah seorang rentenir
e. Ia tinggal di jantung kota

16. Cermatilah penggalan puisi berikut !
….
Rambutnya indah sepanjang khatulistiwa membujur
Rambutnya hitam terbantun ombak
Gelang-bergelung berkilauan mandi sinar matahari

Kalimat bermajas yang tepat untuk melengkapi penggalan puisi tersebut adalah ….
a. Anak kecil sedang tidur
b. Bunga kampung telah tidur
c. Seorang putrid cantik tertidur
d. Perempuan muda terlelap tidur
e. Perempuan manis tertidur

17. Cermatilah puisi berikut !
AKU
Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorangpun kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
….
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Karya : Chairil Anwar
Larik bermajas metafora yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah ….
a. Aku ini binatang jalang
b. Aku manusia biasa
c. Aku orang tak berguna
d. Aku memang orang miskin
e. Aku bodoh dan malas

18. Cermati puisi berikut !
Dalam Kereta
Hujan menebal jendela
Semarang, Solo …. Makin dekat saja
Menangkap senja
Menguak purnama
….
Menjengking kereta. Menjengking jiwa
Sayatan terus ke dada
(Chairil Anwar)
Larik bermajas personifikasi yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah ….
a. Caya menyayat mulut dan mata
b. Engkau menahan rasa sakit
c. Tak kuasa diri menahan tangis
d. Sesak napas karena debu
e. Menatap wajahmu yang cantik

19. Cermatilah puisi berikut !
PERPISAHAN
Akhirnya peluit pun dibunyikan
Buat penghabisan kali kugenggam jarimu
Lewat celah kaca jendela
Lalu perlahan-lahan jarak antara kita
….
Dan tinggallah rel-rel, peron dan lampu
Yang menggigil di angin senja
(elha)

Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah ….
a. Hilang di telan bumi
b. Terpisah jauhnya
c. Terpisah jarak dan waktu
d. Menjadi sebuah mimpi yang kosong
e. Mengembang jua
20. Majas-majas metafora terdapat dalam kalimat-kalimat berikut, kecuali ….
a. Dalam kebun tanah airku tumbuh sekuntum bunga
b. Aku ini binatang jalang
c. Rakyat adalah suara di langit tanah tercinta
d. Matahari adalah raja siang
e. Kerling danau di pagi hari

21. Kasih itu suci
Kasih itu murni
Kasihitu indah
Pada kalimat di atas dapat kita jumpai gaya bahasa ….
a. Paralelisme
b. Repitisi
c. Tautology
d. Alusio
e. Metafora

22. Majas-majas metafora terdapat dalam kalimat-kalimat berikut, kecuali ….
a. Otang paling senang mengadu domba teman sekampungnya
b. Engkau pelita hatiku
c. Ia menjadi kambing hitam dalam peristiwa itu
d. Pegawai negeri yang terlibat organisasi terlarang di bebastugaskan
e. Matahari adalah raja siang

23. Angin bernisik perlahan
Gaya bahasa seperti di atas terdapat pula dalam kalimat ….
a. Daun-daun berguguran ke bumi
b. Rumah rumah ditutupi salju
c. Cahaya menguak purnama
d. Engkau pelita hatiku
e. Otang paling senang mengadu domba teman sekampungnya

24. Kalimat di bawah ini yang mengandung majas alusio adalah ….
a. Ia tidak terlalu pandai
b. Telah dua hari ini ia pergi dengan Honda
c. Bibi membeli dua ekor ayam di pasar
d. Pagi-pagi benar ia sudah menggantang asap
e. Pintuku selalu terbuka menanti kehadiranmu

25. Kalimat yang mengandung gaya bahasa paradox berikut ini ialah ….
a. Dengan kelembutannya wanita menundukkan pria
b. Angin malam melagukan senandung sunyi
c. Jangan percaya pada si bunglon itu
d. Hatinya menangis walau di bibir terukir senyum
e. Ragukan bahwa malam itu gelap, ragukan bahwa salju itu putih, tapi jangan ragukan cintaku pada dirimu

26. Hal-hal berikut yang berkaitan dengan gaya bahasa retorik, kecuali ….
a. Menggunakan kalimat Tanya
b. Dipakai untuk memberikan keterangan
c. Mempergunakan pengulangan kata
d. Tidak membutuhka jawaban
e. Biasanya dipakai oleh seorang orator

27. Kalau ibu mendengar bahwa saya telah lulus ujian dengan hasil yang memuaskan, maka tentu beliau akan menangis dalam keharuan.
Gaya bahasa yang terungkap dalam kalimat ini adalah ….
a. Sarkasme
b. Pleonasme
c. Paradox
d. Metonimia
e. antitetis

28. majas pars prototo terdapat dalam kalimat ….
a. Sebagian rumahnya dikontrakkan untuk menambah penghasilan
b. Bandung mendapat bagian menyelenggarakan temu karya ilmiah di bidang arsitektur
c. Roda pesawat yang ditumpangi telah mendarat di bumi eropa
d. Pikirannya terbang ke kampung halamannya, kepada anak dan istrinya yang ditinggalkannya
e. Engsel pintu yang karatan itu menjerit jika pintu dibuka atau ditutupkan

29. Gaya bahasa yang membesar-besarkan suatu keadaan atau peristiwa adalah ….
a. Metonimia
b. Hiperbola
c. Metafora
d. Pleonasme
e. antonomasia

30. sarkasme adalah gaya bahasa yang menggunakan ….
a. kata-kata yang kasar dan mampu menimbulkan amarah
b. kata-kata yang bermakna sebaliknya
c. paduan kata yang berlawanan arti
d. kata-kata yang diulang-ulang
e. dua buah pernyataan yang bertentangan

31. jangankan seribu, seratus, sepuluh rupiah, satu sen pun uangku tak ada.
Kalimat di atas mengandung gaya bahasa ….
a. Antiklimaks
b. Sinisme
c. Ironi
d. Klimaks
e. sarkasme

32. “terimalah pemberian kami yang tak berharga ini, sebagai ungkapan terima kasih kami, karena Tuan telah sudi singgah di gubuk kami”:
Kalimat di atas mengandung gaya bahasa ….
a. Eufemisme
b. Sinisme
c. Antonomasia
d. Litotes
e. Koreksio

33. Majas eufemisme terdapat dalam kalimat ….
a. Si Pincang tidak pernah terlambat datang ke sekolah
b. Kabar angin yang kau terima jangan terlalu dipercaya
c. Sudah berapa hari pencuri itu diamankan polisi?
d. Tidak pernah lagi ia menampakkan batang hidungnya kepada kami
e. Berhati-hatilah membeli Philip, nanti tertipu merek palsu

34. Kalimat di bawah ini yang bermajas pars prototo ialah ….
a. Bandung mendapat bagian menyelenggarakan temu karya ilmiah di bidang arsitektur
b. Engsel pintu yang karatan itu menjerit jika pintu dibuka atau ditutupkan
c. Sejak terjadi peristiwa itu, ia tidak pernah menampakkan batang hidungnya
d. Ah, kamu ini jangan kura-kura dalam perahu
e. Anak-anak tunanetra sudah pandai bermain gitar

35. Majas metonimia terdapat dalam kalimat ….
a. ia terbang naik Merpati Nusantara
b. si kaca mata itu putra kepala sekolah
c. peristiwa 30 S itu sungguh tragis
d. tunawisma itu dibawa ke panti asuhan
e. pak Andri membeli tiga ekor kuda balap

II. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar !
1. Jelaskan pengertian majas !
2. Sebutkan 4 pembagian majas !
3. Tuliskan 5 macam majas perbandingan beserta contoh !
4. Sebutkan cirri-ciri majas retorik!
5. Jelaskan perbedaan antara pars prototo dengan totem proparte!
6. Apa yang dimaksud dengan majas sarkasme dan beri contoh?
7. Tulis contoh dari majas ironi dan sinisme dan berikan contoh masing-masing 2 buah!
8. Jelaskan pengertian majas metonimia dan beri 3 contoh!
9. Apa perbedaan majas klimaks dengan antiklimaks?
10. Jelaskan pembagian majas pararelisme dan beri contoh
KUNCI SOAL
1. B. Dewi malam sebentar-sebentar tampak bersembunyi di balik awan yang berjalan perlahan
2. D. Eufemisme
3. E. Kesedihanku hanya kepada Allah semata kuserahkan
4. A. Baru sekarang setelah mati// aku sadar ingin bicara memberikan kesaksian.
5. A. Hiperbola dan personifikasi
6. B. Karena kesalahan prosedur uang bantuan pemerintah itu tidak dapat sepenuhnya diterima oleh rakyat
7. A. Berilah daku sesuap nasi!
8. E. Hiperbola
9. C. Personifikasi
10. E. Ironi
11. E. Dinginnya tak tercatat di thermometer
12. D. Repetisi
13. A. Tropen dan metonimia
14. E. Adakah rumah yang ramah untuk kita
15. A. Ombak berkejar-kejaran di tepi pantai
16. C. Seorang putri cantik tertidur
17. A. Aku ini binatang jalang
18. A. Caya menyayat mulut dan mata
19. E. Mengembang jua
20. E. Kerling danau di pagi hari
21. A. Paralelisme
22. D. Pegawai negeri yang terlibat organisasi terlarang di bebastugaskan
23. C. Cahaya menguak purnama
24. D. Pagi-pagi benar ia sudah menggantang asap
25. D. Hatinya menangis walau di bibir terukir senyum
26. C. Mempergunakan pengulangan kata
27. B. Pleonasme
28. C. Roda pesawat yang ditumpangi telah mendarat di bumi eropa
29. B. Hiperbola
30. A. kata-kata yang kasar dan mampu menimbulkan amarah
31. A. Antiklimaks
32. D. Litotes
33. C. Sudah berapa hari pencuri itu diamankan polisi?
34. C. Sejak terjadi peristiwa itu, ia tidak pernah menampakkan batang hidungnya
35. A. ia terbang naik Merpati Nusantara

1 komentar:

  1. Kenapa no 16 jawabannya C ya? Memang kalimat "seorang putri cantik tertidur" mengandung majas apa? Kenapa ga B, "bunga kampung telah tidur" yang menurut saya menggunakan majas metafora ato mungkin simbolik? Mohon bantuannya ya.. Bingung bgt nih:(

    BalasHapus